Fakta Unik Dari Mancanegara Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Fakta Unik Dari Mancanegara Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

Mencari seputar informasi tentang berita di berbagai seluruh indonesia memang gampang pada saat ini, di tambah dengan arus kemajuan zaman digital yang semakin pesat memberikan berbagai macam perusahaan digital bayak bermunculan salah satunya yaitu matamatapolitik.com. Yang memberikan informasi seputar berita dunia internasional terbaru termasuk beberapa berita yang di lansir dari beberapa media asing yang di terjemaahkan nya, termasuk berita saat ini yaitu kondisi bulan suci ramadhan di berbagai negara.

Banner-banner besar menjadi tanda untuk memberi ucapan selamat beribadah juga terlihat di pinggir-pinggir jalan. Jika suasana Ramadhan di Indonesia begitu kentalnya, tidak hanya di Indonesia di negara-negara lain juga banyak hal-hal yang unik dalam menyambut dan nuansa yang berbeda pada saat bulan Ramadhan, berikut informasi tentang keunikan di beberapa negara lain.

Di rusia sangat berbeda jauh dengan Indonesia tentunya, jika lama waktu berpuasa di Indonesia rata-rata 13 jam dalam satu hari, berbeda halnya dengan Rusia. Umat muslim di Rusia harus menempuh 17 jam setiap hari. Meskipun lebih lama, umat Muslim di Rusia mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai kegiatan dan makanan khas. Lebih dari 20 juta muslim di Rusia biasa berkumpul di 8000 masjid dan menyantap khingalsh atau galnash saat adzan magrib tiba. Khingals adalah roti yang diisi dengan keju. Sedangkan Galnash adalah Roti yang terbuat dari gandum. Muslim di Rusia Selatan mempunyai minuman hasil fermentasi tapi tidak mengandung alcohol. Minuman wajib bulan Ramadhan ala Rusia ini disebut kvass.

Daerah muslim di Tiongkok berada di Kasghar. Walaupun tidak semeriah di Negara-negara Islam, umat Muslim di Tiongkok mempunyai cara sendiri untuk mengisi Ramadhan. Buka puasa bersama menjadi agenda wajib dan ajang untuk berkumpul warga setempat. Selama bulan Puasa, warga muslim di Yordania biasa menghias jalan dengan berbagai lampu warna-warni. Selain itu, mereka juga mempunyai peraturan untuk makan dalam satu meja saat berbuka puasa, entah mereka kenal atau tidak.

Itulah beberapa informasi yang di lansir dari media asing yang di terjemaahkan oleh matamatapolitik.com. Update berita dunia internasional terbaru tentang suasana ramadhan di berbagai negara lainnya agar menjadi inspirasi bagi kita semua, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikanya. Setiap Negara mempunyai caranya masing-masing untuk menyambut bulan suci. Tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang salah. Bersama dalam perbedaan masih menjadi hal yang paling utama.