Bahaya, Kebiasaan ‘Mager’ Ternyata Bisa Sebabkan Kematian

Mager (Foto: idiva.com)

Mager alias malas gerak adalah sebuah kondisi dimana kita merasa tak ingin melakukan apapun. Bisa jadi karena lelah atau hanya karena benar-benar malas. Menurut WHO, gaya hidup yang kurang aktivitas menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia.

Bukan hanya WHO, European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) mengungkapkan bahwa kematian akibat kurang gerak dua kali lebih banyak daripada kematian akibat obesitas. Hal ini diungkapkan oleh EPIC pada 2008 lalu.

Lalu bagaiman bisa malas kurang gerak dapat mengakibatkan kematian seseorang? Berikut alasannya.

Menurunkan konsentrasi.

Seseorang yang malas bergerak biasanya cenderung untuk duduk. Duduk yang terlalu lama akan membuat paru-paru tak cukup mengembang serta membuat tulang belakang membungkuk.

Akibat posisi tulang belakang yang bungkuk, paru-paru akan kesulitan mengembang dan mengakibatkan tubuh tidak menerima oksigen dengan baik.

Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Kita pasti sudah mendengar bahwa salah satu cara mencegah penyakit jantung dan stoke adalah dengan berolahraga. Jika kita adalah seorang yang malas bergerak, bisa dibayangkan risiko penyakit jantung dan stroke akan terus mengintai.

Olahraga atau aktivitas fisik memang menjadi hal yang penting bagi tubuh. Salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan fungsi otak. Hal ini karena aktivitas fisik mampu merangsang aliran darah yang penuh oksigen menuju otak.

Aliran darah yang penuh oksigen ini juga mampu memperbaiki sel dan jaringan otak yang rusak. Jika kita malas bergerak, jelas hal ini akan menurunkan fungsi otak.

Kebiasaan malas bergerak juga ternyata berdampak pada resistensi insulin.

Duduk atau berbaring terlalu lama akan meningkatkan kadar gula dalam darah yang berujung pada terjangkit penyakit diabetes.

Malas bergerak sangat dapat membuat tubuh cepat terkena osteoporosis.

Kebiasaan malas bergerak akan membuat massa otot dan tulang berkurang drasti yang kemudian akan menjadi osteoporosis.

Jadi, mulai sekarang cobalah untuk melakukan sedikit aktivitas fisik sederhana namun rutin untuk mengurangi risiko masalah kesehatan di atas!