5 Kincir Angin Terpopuler di Benua Eropa

Sejarah kincir angin telah ditemukan di Benua Eropa pada abad ke-12. Sementara di jazirah Arab ditemukan di Persia pada abad ke-9. Padahal insinyur Yunani Kuno, Heron dari Alexandria telah menemukannya pada abad ke-1. Ada kemungkinan pembuatan kincir angin terinspirasi dari bentuk kapak vertikal yang dilihat para Pasukan Salib di Timur Tengah. Berikut merangkum 5 kincir angin popular di Eropa:
1. Kinderdijk (Belanda)

Nama Desa Kinderdijk berasal dalam bahasa Belanda berarti ‘Anak-Anak Dike.’ Di kawasan desa yang indah ini terdapat lebih dari 1.000 kincir angin tua, bahkan merupakan kawasan di Belanda yang paling banyak memiliki kincir angin. 
Banyaknya kincir angin di Desa Kinderdijk sebenar bertujuan untuk memompa air laut keluar, karena desa tersebut berada di bawah permukaan laut. 19 kincir angin di antaranya bahkan dibangun pada 1740, dan hingga kini masih bekerja memompa air laut ke luar karena jika tidak Desa Kinderdijk akan terendam.
2. Mykonos (Yunani)

Salah satu landmark yang paling menonjol di Pulau Myokonos, sekaligus menjadi daya tarik kota adalah lima kincir angin yang berdiri di Kota Mykonos. Bagi para wisatawan yang berkunjung menggunakan kapal pesiar, kincir angin Mykonos sederhana namun sarat akan nostalgia sejarah.
Terdapat 16 Kincir angin di Mykonos, hampir semuanya dibangun pada abad ke -16. Kincir angin ini digunakan masyarakat Myokonos untuk mengolah gandum hasil panen, dan sudah tidak digunakan lagi pada pertengahan abad 20.
3. La Mancha (Spanyol)
La Mancha meliputi hampir dataran gersang di Spanyol tengah, tempat berdirinya sebuah kastil, perkebunan anggur dan kincor angin yang tertulis dalam novel ‘Don Quixote,’ karya Miguel Cervantes. Kincir angin yang terdapat di kawasan wisata Castilla-La Mancha ini berfungsi untuk mengolah hasik kebun dan ladang masyarakat La Mancha.
4.Zaanse Schans
Belanda merupakan negara yang popular dengan kincir anginnya. Setelah Desa Kinderdijk, ada Desa Zaanse Schans dengan kincir angin yang berdiri di Sungai Zaan. Kincir angin yang terdapat di kawasan Zaanse Schans akan membawa ingatan para wisatan menuju Belanda di abad ke-17 dan 18. Mulai dari rumah, bengkel, ladang semuanya berarsitektur Belanda di zaman lalu. Masyarakat Zaanse Schans menggunakan kincir angin untuk keperluan industri dan rumah tangga, seperti pemotongan kayu dan mengolah hasil panen pertanian.
5. Oland
Öland merupakan sebuah pulau besar yang terletak di Swedia, meski demikian populasi penduduknya tidak begitu banyak. Para penduduk Pulau Öland menaruh harapan hidupnya pada pertanian dan peternakan, maka tidak heran jika setiap pemilik ladang dan ternak memiliki kincir angin. Dengan menggunakan kincir angin aktivitas keseharian masyarakat Pulau Öland pun sangat terbantu. 
Di Pulau Öland terdapat 400 kincir angin, maka tidak heran jika teknologi sederhana tersebut menjadi landmark sekaligus daya tarik wisata Pulau Öland, Swedia.