5 Puisi Zainal sebelum Wafat yg Dibacakan Wiranto

Zainal Nur Rizki (23) putra bungsu Wiranto yang meninggal karena sakit di Afrika Selatan ternyata pandai berpuisi. Wiranto sendiri baru mengetahui anaknya pandai membuat puisi setelah ditemukan kumpulan puisi milik anaknya tersebut.

“Saya baru tahu ananda (Zainal) pandai membuat puisi setelah wafat,” ujar Wiranto di kediamannya Komplek Pati Angkatan Darat, Jl Palem Kartika No 21, Bambu Apus, Jaktim, Rabu (29/5/2013).

Ada banyak puisi tentang kehidupan. Salah satunya tentang cinta dan kematian, perpisahan, dan renungan dari Zainal sendiri. Berikut kelima puisi tanpa judul yang dibuat Zainal sebelum meninggal yang dibacakan Wiranto setelah acara Tahlilan:

Puisi 1
Senyuman kita mungkin tak
Selebar dulu kawan
Tapi kuyakin kali ini lebih
“Bercahaya”
Masa depan mungkin tak
Seperti yang kita impikan
Tapi kuyakin bahwa kali ini
“Cerah”
Persahabatan kita mungkin tak seerat seperti dulu
Tapi kuyakin kali ini
Akan kekal selamanya
Mungkin ‘jalan’ kita berpisah
Tapi kuyakin kali ini kita punya “tujuan”

Puisi 2
Cinta karena Harta,.?
Toh nanti juga bakal habis
Cinta karena tampang..?
Manusia suatu saat akan termakan usia..!
Cinta karna dia apa adanya..?
Hey, tak ada yang hidup selamanya.
Cinta karna Allah SWT
Baru cinta yang kekal dan abadi
Terhalang oleh harta..?
Insya Allah akan di cukupkan
Terhalang oleh umur..?
Iman tak melihat umur..
Terhalang oleh maut ?
Di surga tak ada kematian

Puisi 3
Bukan-kan dunia ini
Tempat yng membingungkan…?
Di saat kita merasa kuat
Disitulah kita paling lengah
Di saat kita merasa baik
Justru membawa keburukan
Disaat kita merasa berdosa
Justru membawa kebaikan
Disaat kita merasa benar
Disitulah titik awal kesalahan
Disaat kita merasa salah
Disitulah jawaban mulai terungkap
Karena itu bukan-lah disini
Tempat kita untuk berbahagia

Puisi 4
‘Cinta’ adalah
Salah satu intisari
Dari segala kehidupan
Dan sumber semangat
Orang yang
Enggan mencintai
Adalah orang yang ‘HAMPA’
Orang yang
Tidak mau dicintai
Adalah orang yang ‘BODOH’
Dan orang yang salah mencintai
Adalah orang yang ‘CELAKA’

Puisi 5
Jalan menuju kebaikan
Dipenuhi dengan rintangan
Dan cobaan-cobaan yang besar
Dan tak pernah ada yang janji
Bahwa perjuangan-nya akan ringan
Namun ada yang berjanji bahwa
Di ujung sana akan ada senyuman
Hidup merupakan tantangan….
Maka menangkan-lah…!
Hidup adalah perjalanan….
Maka sampai-lah pada tujuan….!
Hidup adalah amanah….
Maka jaga-lah…!

Komentar Anda?