5 Aksi Waria yg Senggol Isu Politik

Aksi demonstrasi yang dilakukan wanita pria (waria) kini bukan barang baru di alam demokrasi. Mereka kerap turun ke jalan untuk menuntut persamaan hak sebagai kaum LGBT (lesbian, gay, bisexual dan transgender).

Namun belakangan, isu yang diangkat para waria saat berdemo tak lagi spesifik menyangkut persoalan hak kaumnya, melainkan sudah meluas dan ‘menyenggol’ isu politik.

Tidak jelas apakah demo yang dilakukan para waria itu atas kesadaran politik mereka sendiri atau bukan, yang jelas aksi mereka selalu menarik perhatian. Bahkan tak jarang mengundang gelak tawa.
Berikut 5 Aksi Waria yg Senggol Isu Politik

1. Waria protes KPK absen di rapat Century
Penolakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti rapat dengan Tim Pengawas (Timwas) Century di DPR, membuat gerah waria. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Waria Anti Korupsi, mengancam akan pindah ‘pangkalan’ dari Taman Lawang ke Gedung KPK.

“Jika KPK tidak datang juga, maka kami jadikan KPK sebagai markas pindah dari Taman Lawang,” kata juru bicara aliansi, Davina di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (29/5).

Sejumlah perwakilan aliansi waria hari ini ikut nimbrung rapat di Timwas Century. Namun karena KPK tak hadir, akhirnya rapat ditutup tanpa ada hasil.

“Sudah empat tahun. Mulai dari Komisi III DPR, Pansus Century kini zamannya Timwas Century. Tapi skandal itu seolah tidak didengar KPK,” lanjutnya.

2. Waria dukung KPK usut Fathanah
Kasus Ahmad Fathanah, tersangka suap impor sapi dan pencucian uang yang menjerat banyak wanita cantik ternyata membuat iri banyak pihak. Salah satunya, sekelompok waria yang berdemo di KPK beberapa waktu lalu.

Sekelompok waria yang menamakannya Aliansi Waria Anti Korupsi (AWAK) itu mengaku iri dengan kebaikan Fathanah yang memberikan sejumlah barang mewah kepada banyak wanita. Bahkan para waria itu mengaku mereka ingin menjadi simpanan kawan dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu.

“Kesal sama Fathanah, kenapa yang dijadiin simpanan cuma wanita aja, waria juga kan pengen,” kata Dafina, salah satu waria di sela-sela demo, di KPK.

Selain itu, Dafina bersama teman-temannya datang ke KPK juga untuk menyampaikan dukungannya. Mereka membawa bingkisan berisi obat kuat, pembalut, bra dan viagra untuk KPK agar kuat dalam pemberantasan korupsi.

Dafina bersama teman-temannya juga berpesan kepada KPK agar tidak dijadikan alat politik penguasa.

“Abraham Samad harus tuntaskan korupsi. Kalau nggak bisa, pakai barang yang kami bawa,” ujar Melly, waria yang lain

3. Waria beraksi genit di demo buruh
Ribuan buruh turun ke jalan, berunjuk rasa menyampaikan aspirasi mereka pada 1 Mei lalu. Khusus di Jakarta, demo di beberapa titik berlangsung kondusif hingga malam hari.

Tak hanya berorasi, mereka mengisi kegiatan ini dengan bernyanyi dan berjoget bersama. Di antara ribuan buruh yang menyemut, ada sekelompok orang yang berpenampilan nyentrik dengan aksesoris warna cerah berupa syal bulu berwarna orange dan hijau.

Kehadiran mereka menyedot perhatian buruh-buruh lainnya. Mereka adalah waria dari Forum Komunikasi Waria Indonesia (FKWI). Komunitas ini bukan belakangan akrab di telinga. Bersama buruh kali ini, enam orang waria itu ikut melakukan konvoi.

Koordinator FWI, Yulianus Rettobalut atau sapaan akrabnya Mami Yuli mengatakan, kehadiran mereka bertujuan agar pemerintah senantiasa memperhatikan orang kecil.

“Kita ingin mendorong pemerintah agar memperhatikan orang kecil minoritas yang haknya dilanggar,” kata Mami Yuli di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (1/5).

Buruh yang melihat mereka tak merasa terganggu. Mami Yuli dan kawan-kawannya malah diteriaki dan digoda.

Mami Yuli mengaku komunitasnya selalu ikut turun ke jalan saat peringatan hari buruh ini. Tahun ini adalah tahun yang keempat.

4. Waria minta KPK periksa SBY terkait Century

Aliansi Waria Anti Korupsi prihatin dengan penyelesaian kasus Century. Sebagai wujud keprihatinan, sejumlah waria kemarin mengikuti rapat bersama Tim Pengawas (Timwas) Century di DPR.

“Kita mau menyalurkan aspirasi. Sebelumnya sudah ke KPK. Kami akan menyampaikan hak waria sebagai warga, untuk ngomong korupsi dan kita minta KPK segera menyelesaikan masalah Century yang berapa tahun belum selesai juga. Takutnya SBY ada main,” Juru Bicara Aliansi Waria Anti Korupsi, Davina di gedung DPR, Senayan Jakarta, Rabu (29/5).

Sayangnya, kehadiran mereka yang mengundang perhatian, seakan tak banyak arti lantaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dijadwalkan hadir, ternyata menolak datang. Walhasil, rapat Century pun ditutup tanpa hasil.

Davina menilai, proses hukum Century hanya jalan di tempat. Selain itu, dia mengkritik kinerja KPK yang dinilai lamban.

“Segera selesaikan sandiwara skandal Bank Century dengan membuka tabir kebohongan. Itikad baik menuntaskan kasus Century akan mudah, jika proses hukum berjalan tegas dan obyektif sekalipun harus memeriksa Presiden SBY. KPK harus segera menuntaskan skandal Bank Century sebelum SBY lengser,” terangnya.

5. Demo BBM, waria sebut SBY banci
Seorang waria ikut berorasi di hadapan ribuan aksi buruh dan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Maret tahun lalu. Waria diketahui bernama Angie (40) itu tiba-tiba saja berorasi.

Kehadiran Angie di atas mobil bak yang disulap jadi panggung orasi, sontak membuat ribuan demonstran tertawa dan bersorak. Waria bertubuh sintal mengenakan rok mini lengkap dengan stocking warna hitam.

“Kami juga menolak kenaikan harga BBM karena berat bagi kami, bagi masyarakat kecil,” teriak Angie tanpa meninggalkan gaya kemayunya.

Menurut Angie, pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono tak jauh beda dengan seorang banci. Hal ini karena SBY-Boediono tidak bertanggung jawab atas kenaikan harga BBM yang justru akan menyengsarakan rakyatnya.

Angie pun benar-benar menjadi perhatian kali itu. Setiap apa yang dilakukan selalu menjadi gelak tawa para demonstran yang menyemut di sekitar lokasi.

Dia mengeluhkan, jika BBM naik, harga-harga kebutuhan pokok akan naik juga. Segala kebutuhan menjadi mahal, tidak sebanding dengan penghasilannya yang sedikit sebagai pengamen jalanan. Aksi waria bernama asli Abdul ini pun mendapatkan sambutan dengan teriakan: “Hidup Waria. Hidup Perempuan!”

Komentar Anda?